Ketika manusia bekerja keras, maka tujuannya tidak lain agar tentram dan bahagia karena membayangkan hasil kerja kerasnya bisa mencukupi apa yang menjadi kebutuhan hidupnya sehingga jiwa menjadi tenang.
Ketika manusia bertamasya, jalan-jalan dan refreshing, maka tujuannya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan.
Namun ternyata tidak smeua dari mereka mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa yang langgeng, melainkan hanya kesenangan sementara saja.
Berbeda jauh jika kita melakukan everything aktivitas kita karena Allah, 'Azza wa jalla, maka semua menjadi sangat berarti. Ketentraman, kebahagiaan, ketenangan jiwa adalah milik Allah sebagaimana semua ini adalah milik-Nya, maka hanya kepada Dia kita hendak memintanya, bukan dengan membayangkan hal-hal yang tidak pasti selain angan-angan kita saja.
0 Komentar
Penulisan markup di komentar