Bukankah standar ganda hampir saja selalu memicu sebuah masalah baru pada berbagai masalah yang melanda berbagai hal di tempat manapun, namun inilah rasanya yang terjadi di negeri ini.
Jika kita melihat kasus yang terjadi antara umat Islam VS umat kristen atau hampir semua non-muslim termasuk hindu, kalau kita mau mencermati sedikit lebih teliti saja, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun bentuk dan berbagai kerumitan yang terjadi kesimpulan yang diambil pemerintah adalah umat Islam berada di pihak yang salah, selalu saja begitu, bahkan wong ndeso seng geweane ngaret juga akan tahu kalu mau sedikit teliti memahami berita bahwa penguasa itu selalu saja menyalahkan umat Islam dalam setiap masalah yang terjadi.
Padahal kalo kita mau menengok realita sejarah bangsa, kita akan menggaruk2 kepala jika pengen menemukan sosok pejuang yang agamanya bukan Islam.
Inilah yang saya sebut Tumbal negara. Rasanya, kita, dan seluruh leluhur kita hanya dijadikan tumbal untuk berdirinya sebuah negara Rimba bernama Indonesia, setelah negar ini terbentuk terlihat banget sang penguasa dengan serta merta jika memungkinkan pengen menyingkirkan umat Mulia ini agar menjauh dan meninggalkan negara Rimba ini, dan sama sekali tidak memberi tempat untuk menikmati hasil jerih payah dan pengorbanan yang telah ditunjukkan kepada hampir seluruh penghuni Bumi.
Tumbal yang berserakan, hufff, naseb!

0 Komentar
Penulisan markup di komentar